Senin, 29 November 2021

Cara Menjadi Investor Saham Pemula

            Sudahkah kalian menjadi seorang investor saham atau masih bingung bagaimana menjadi seorang investor saham? Berdasarkan kamus KBBI, Investor adalah orang yang menanamkan uangnya dalam usaha dengan  tujuan mendapatkan  keuntungan. Bisa diartikan juga bahwa investor adalah seseorang yang menginvestasikan uangnya di saham atau membeli saham dalam jangka waktu lama. Membeli saham berbeda dengan membeli barang pada umumnya, kita tidak bisa membelinya secara langsung tetapi, kita membutuhkan perantara untuk melakukan transaksi jual beli saham. Perantara tersebut biasa disebut sebagai sekuritas. Kita harus membuka rekening efek di sekuritas terlebih dahulu agar bisa melakkan jaul beli saham.

Cara Membuka Rekening Efek

Berikut ini cara dan beberapa hal yang perlu disiapkan untuk membuka rekening efek:

  1. Mengisi formulir yang disiapkan oleh pihak sekuritas. Formulir pembukaan sub rekening efek dan formulir rekening dana invetor (RDI).

  2. Memberikan dokumen yang diperlukan, seperti foto copy KTP, NPWP (jika ada), dan buku tabungan bagian depan untuk didaftarkan dalam formulir pembukaan sub rekening efek.

  3. Setelah dana masuk ke rekening dana investor (RDI), maka kita sudah bisa melakukan transaksi jual beli saham.

  4. Setoran dana awal ke rekening efek. Nominalnya menyesuaikan kebijakan perusahaan sekuritas masing-masing.



Sumber: 
Buku #YukBelajarSaham Untuk Pemula


Rabu, 24 November 2021

Contoh Berita KKN

 

Melatih kreatifitas Anak,

Mahasiswi UIN Walisongo Adakan Pelatihan Membuat Face Shield



Dalam rangka mengisi waktu luang anak-anak dihari Minggu agar tetap produktif, Mahasiswi KKN UIN Walisongo ajak anak-anak mengikuti pelatihan membuat face shield. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu, 8 November 2020  di Desa Tasikrejo, Ulujami, Pemalang.

Di Desa Tasikrejo, anak-anak sekolah dasar atau MI sederajat sudah mulai menerapkan sekolah tatap muka meski durasi belajar terpotong. Dengan adanya hal tersebut, membuat anak-anak harus tetap waspada melindungi diri dari penyebaran virus Corona. Salah satu upaya untuk melindungi diri yaitu dengan menggunakan face shield.

Face shield merupakan alat pelindung diri yang ditujukan untuk melindungi area wajah. Salah satu penularan virus Corona yaitu melalui cipratan air liur, penggunaan face shield ini dapat melindungi kita dari hal tersebut. Tentunya, penggunaan face shield akan lebih baik diiringin dengan menggunakan masker dan senantiasa membawa hand sanitizer.

Pada pelatihan kali ini, Mahasiswi KKN UIN Walisongo mengajak anak-anak untuk membuat face shield dengan bahan-bahan yang mudah di dapatkan, yaitu ada kertas mika, busa, karet elastis, stepler, double tip dan gunting.

“Pelatihan face shield ini diadakan untuk mengisi waktu luang anak-anak dihari minggu agar lebih produktif, selain itu juga sebagai salah satu bentuk kepedulian saya terhadap pandemi Covid-19. Dimasa transisi seperti ini, anak-anak di Desa Tasikrejo sudah memulai pembelajaran secara tatap muka, maka dari itu saya berharap face shield yang kita buat dipelatihan ini bisa digunakan anak-anak ketika mereka sekolah”. Ujar Miladiya Nur, Mahasiswi KKN UIN Walisongo.

Anak-anak merasa antusias mengikuti pelatihan ini, karena biasanya mereka hanya melihat orang-orang menggunakan face shield di televisi saja. Kini, mereka bisa membuatnya sendiri dan bisa digunakan untuk kegiatan di luar rumah seperti pergi ke sekolah.

“Nanti malam kalo berangkat ngaji, Aku mau pakai ini (face shied) dan kalo berangkat sekolah juga mau Aku pakai”. Ujar Tyo salah satu anak yang mengikuti pelatihan membuat face shield.

Virus Corona tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi anak-anak pun bisa terserang virus Corona. Kita harus tetap waspada, peduli satu sama lain, dan jangan lelah untuk mengingatkan seseorang untuk mematuhi prokol kesehatan. Semoga Virus Corona segera hilang, agar kita semua bisa beraktivitas diluar rumah dengan tenang.

Jumat, 19 November 2021

6 Bahan Makanan Untuk Masakan Rumahan Simple

 


            Apakah kalian tim masak sendiri atau beli? Yaps, saya adalah tim membeli makanan karena praktis, cepat dan alasan lain karena tidak bisa memasak hehehe. Semakin sering membeli makan membuat pengeluaran semakin boros dan tidak disadari pengeluaran paling banyak hanya untuk kebutuhan makan. Untuk menghemat pengeluaran bulanan, saya bermaksud belajar memasak dan mulai mencari resep makanan rumahan yang simple. Saya menemukan 6 bahan makan yang bisa digunakan untuk 3 resep masakan.

6 bahan makanan itu ialah:

  1. Bawang merah
  2. Bawang putih
  3. Cabai
  4. Garam/Penyedap rasa
  5. Kecap
  6. Minyak 

3 makanan yang bisa kita masak menggunakan 6 bahan di atas ialah:

Tumis tempe  kecap

Resep tumis tempe kecap

Bahan makanan:

  • 6 bahan makanan di atas
  • Tempe
  • Kol
  • Air
Cara memasak:
  • Iris tipis-tipis bawang merah, bawang putih, dan cabai
  • Potong tempe dan kol
  • Cuci kol sampai bersih
  • Panaskan minyak secukpnya
  • Tumis bawang merah, bawang putih, dan cabai saampai harum
  • Masukkan tempe, kol, air, kecap dan penyedap rasa
  • Pastikan semua tercampr rata dan koreki rasa
  • Tungg sampai mendidih dan siap untuk disajikan

Mie goreng ala kondangan

Resep Mie goreng ala kondangan

Bahan makanan:

  •  6 Bahan makanan di atas
  • Mie kuning
  • Kol
Cara memasak:
  • Iris tipis-tipis bawang merah, bawang putih, dan cabai
  • Potong kol dan cuci sampai bersih
  • Rebus mie dan tiriskan
  • Panaskan minyak secukpnya
  • Tumis bawang merah, bawang putih, dan cabai sampai harum
  • Masukkan kol, mie, kecap dan penyedap rasa
  • Pastikan semua tercampr rata dan koreki rasa
  • Siap disajikan

Nasi goreng

Resep nasi goreng

Bahan makanan:

  • 6 Bahan makanan di atas
  • Nasi
  • Telur
Cara memasak:

  • Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam
  • Panaskan minyak secukpnya
  • Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum
  • Masukkan telur dan diorak-arik
  • Masukkan nasi dan kecap
  • Pastikan semua tercampur rata
  • siap disajikan
       6 Bahan makanan di atas merupakan bahan makanan dasar untuk 3 resep masakan tersebut, optional jika ingin ditambahkan bahan yang lainnya agar rasa makanan lebih enak. Alasan saya menggunakan 6 bahan makan saja karena saya masih proses belajar memasak, tidak ingin terlalu ribet dengan banyak bahan makanan dan ingin yang simple dan praktis.

Senin, 08 November 2021

Rekomendasi 4 Website Kursus Online Gratis

               Pada perkembangan zaman yang serba modern ini membuat kita semakin mudah mempelajari hal-hal baru melalui internet. Banyak ilmu yang dibagikan secara gratis di internet seperti di platform Youtube. Hal tersebtu sangat membantu kita untuk meningkatkan pengetahuan atau pun meningkatkan skill untuk bekerja. Contoh skill yang dapat di pelajari yaitu digital marketing, microsoft office, desaingrafis, web development, dan masih banyak lagi.

                Rekomendasi website kursus online gratis yang pernah saya kunjungi atau yang pernah saya ikuti.

1.      Indonesia X

 


Di Indonesia X tersedia kursus tentang ekonomi, Bisnis, hukum, kesehatan, dan masih banyak lagi. Waktu  itu penulis mengikuti kursus tentang perbankan syariah. Berdasarkan pengalaman tersebut, menurut penulis kursus di Indonesia X lebih banyak mengenai teori atau  kumpulan materi seperti materi kuliah. Sangat cocok bagi yang suka membaca. Indonesia X juga menyediakan sertifikat bagi yang membutuhkan, sertifikat bisa diklaim saat kita selesai menyelesaikan kursus dan dinyatakan lulus, kemudian membayar untuk proses penerbitan sertifikat.

 

2.      GCFGlobal

 


GCFGlobal menyediakan berbagai kursus seperti micsrosoft, google sheet, internet skill, bahasa, editing foto dan video serta masih banyak yang lainnya. Kursus yang diberikan ada 2 pilihan model, yaitu teks modu,l pilihan tepat bagi yang suka membaca dan yang kedua tersedia betuk video di youtube, sangat cocok bagi yang suka belajar melalui video dan visual. GCFGlobal menyediakan sertifikat gratis bagi yang menyelesaikan kursusnya dan dinyatakan lulus saat mengerjakan kuisnya. Tips jika ingin mendapatkan sertifikat di GCFGlobal, carilah kursus yang terdapat kuisnya. Jika tidak terdapat kuis maka tidak ada sertifikatnya.

 

3.      Bit Degree

Rekomendari website pelatihan online selanjutnya adalah id.bitdegree.org. Pelatihanat kursus di bit degree memang tidak semuanya gratis dan lebih banyak yang berbayar tetapi, kita bisa menemukan kursus dengan cara klik seacrh/pencarian dan ketik “free” maka akan muncul beberapa kursus gratis.

 



 

4.      Facebook Blueprint

 


Website kursus online gratis selanjutnya adalah Faceebook Blueprint. Banyak pilihan kursus  gratis yang diadakan oleh faceebook blueprint seperti mengulik mengenai faceebook, intagram, membuat iklan, online sales, dan masih banyak lagi.

            Demikian rekomendasi website kursus online gratis, semoga bisa bermanfaat untuk dalam skill untuk menghadapi dunia kerja.

Jumat, 21 Agustus 2020

Pengaruh CAR, FDR, dan BOPO Terhadap Peningkatan Profitabilitas Bank Muamalat (2013-2018)

 

PENGARUH  INTERNAL CAPITAL ADEQUENCY RATIO (CAR), FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), DAN BIAYA OPERASIONAL PER PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) DALAM PENINGKATAN PROFITABILITAS BANK MUAMALAT INDONESIA  (2013-2018)

 

A.    Latar Belakang

            Menurut Brigham dan Houston (2010:146) Untuk mengukur profitabilitas bank, biasanya menggunakan rasio profitabilitas karena rasio profitabilitas sudah mencakup rasio utang, rasio aktivitas maupun rasio likuiditas yang terdiri dari ROE (Return On Equity) yaitu rasio yang menggambarkan besarnya kembalian atas modal untuk menghasilkan keuntungan, dan ROA (Return On Asset) yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan dari keseluruhan asset yang ada dan digunakan untuk menghasilkan keuntungan. Selain itu, dalam penentuan tingkat kesehatan suatu bank, Bank Indonesia lebih mementingkan penilaian ROA daripada ROE karena Bank Indonesia lebih mengutamakan nilai profitabilitas suatu bank yang diukur dengan asset yang dananya sebagian besar berasal dari dana simpanan masyarakat sehingga ROA lebih mewakili dalam mengukur tingkat profitabilitas perbankan. Semakin besar ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset (Lukman, 2005).

            Oleh karena Return On Asset (ROA) penting dalam mengukur profitabilitas suatu bank, dimana menggambarkan kemampuan suatu bank dalam memperoleh laba secara keseluruhan. Maka faktor utama yang mempengaruhi profitabilitas bank menurut Machfoedz (1999) adalah manajemen. Yaitu seluruh manajemen suatu bank, salah satunya baik yang mencakup manajemen permodalan (CAR), manajemen umum, manajemen rentabilitas (BOPO), dan manajemen likuiditas (LDR) pada akhirnya akan mempengaruhi dan bermuara pada perolehan laba (profitabilitas) perusahaan perbankan. (Defri, 2012)

            Berdasarkan uraian di atas, sebenarnya belum banyak yang meneliti pengaruh internal terhadap profitabilitas bank khususnya di industri Bank Umum Syariah di Indonesia. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh tingkat rasio kesehatan bank yang dukur dengan CAR, FDR, dan BOPO terhadap peningkatan profitabilitas             Bank Muamalat Indonesia.

B.     Kerangka Teori

 

1.      Pengaruh Car terhadap profitabilitas (ROA)

            Capital Adequacy Rasio merupakan rasio kinerja bank untuk mengukur  kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang  aktiva yang mengandung atau menghasilkan resiko. Modal merupakan salah satu faktor penting dalam rangka pengembangan usaha bisnis dan menampung resiko kerugian, semakin tinggi CAR maka semakin kuat kemampuan bank tersebut untuk menanggung resiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisiko. (Ruslim,2012).

            Jika nilai CAR tinggi (sesuai ketentuan BI 8%) berarti bank tersebut mampu membiayai operasional bank, keadaan yang menguntungkan bank tersebut akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas.

2.      Pengaruh LDR/FDR terhadap profitabilitas (ROA)

            Menurut Simorangkir (2004:147), Loan to Deposit Ratio dinyatakan sebagai: “Loan to Deposit Ration merupakan perbandingan antara kredit yang diberikan dengan dana pihak ketiga, termasuk pinjaman yang diterima, tidak termasuk pinjaman subordinasi.”

            Rasio ini menggambarkan kemampuan bank membayar kembali penarikan yang dilakukan nasbah deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin tinggi rasio ini semakin rendah  kemampuan likuiditas bank. Loan to Deposit Ratio mempunyai peran yang sangat penting sebagai indikator yang menunjukkan tingkat ekspansi kredit yang dilakukan bank sehingga LDR dapat juga digunakan  untk mengukur berjalan tidaknya suatu fungsi intermediasi bank. (Ruslim, 2012).

            Menurut Kasmir (2002: 186) batas aman LDR suatu bank secara umum adalah sekitar 81%-100%. Sedangkan menurut ketentuan Bank Indonesia, batas aman LDR suatu bank adalah  110% .

3.      Pengaruh BOPO Terhadap Profitabilitas (ROA)

            BOPO (Biaya operasional/Pendapatan Operasional) dijadikan variabel independen yang mempengaruhi ROA didasarkan hubungannya dengan tingkat risiko bank yang bermuara pada profitabilitas bank (ROA). Menurut Veithzal, dll (2007:722) BOPO adalah perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional dalam mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasionalnya. Semakin kecil rasio BOPO berarti semakin efisien biaya operasionalnya yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan, dan setiap peningkatan pendapatan operasi akan berakibat pada berkurangnya laba sebelum pajak yang pada akihnya akan menurunkan laba atau profitabilitas (ROA) bank yang bersangkutan (Lukman, 2005). Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, besarnya BOPO yang normal berkisar antara 94%-96% (Lukman, 2005).

4.      Profitabilitas

            Profitabilotas sebagai salah satu acuan dalam mengukur besarnya laba menjadi begitu penting untuk mengetahui apakan perusahaan telah menjalankan usahanya secara efisien. Efisien sebuah usaha baru dapat diketahui setelah membandingkan laba yang diperoleh dengan aktiva atau modal yang  menghasilkan laba tersebut (Dhika, 2010).

            Profitabilitas diukur dengan ROA yang mengukur kemampuan  manajemen bank dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan (Lukman, 2005). ROA adalah rasio yang digunakan mengukur kemampuan bank menghasilkan keuntungan secara relative dibandingkan dengan total assetnya atau ukuran untuk menilai seberapa besar tingkat pengembalian dari asset perusahaan (Rudy, 2003:32). Dalam kerangka peni;aian kesehatan bank, BI akan menentukan bank itu sehat apabila bank memiliki ROA diatas 1,215% menurut SK DIR BI NO. 30/3/UPPB masing-masing tanggal 30 April 1997 (Defri, 2012).

C.    Metode Penelitian

            Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data sekunder antara lain capital adequacy ratio (CAR), likuiditas (FDR), efisiensi operasional (BOPO) dan profitabilitas (ROA) pada Bank Muamalat Indonesia. Data tersebut merupakan data time series cross section dari tahun 2013 – 2018  yang diperoleh melalui situs resmi Bank Muamalat Indonesia (http://www.bankmuamalat.co.id). Untuk menganalisisnya, peneliti menggunakan model regresi linear berganda dengan SPSS  23.

 

D.    Hasil dan Pembahasan

 

1.      Analisis Linier Berganda

            Analisis linier berganda digunakan untuk menjawab hipotesis apakah variabel CAR, FDR dan BOPO memiliki pengaruh terhadap tingkat profitabilitas atau ROA.

Tabel 1

Hasil Analisis Linier Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

7,452

1,739

 

4,286

,050

CAR

-,018

,020

-,102

-,867

,477

FDR

,005

,002

,296

2,177

,161

BOPO

-,076

,015

-,811

-5,114

,036

a.     Dependent Variable: ROA

                                                                                                                       

Interpretasi tabel:

            Tabel coefficient menampilkan koefisien dari persamaan regresi yang dihasilkan. Berdasarkan tabel diatas, model regresi linier berganda dapat dituliskan sebagai berikut:

Y=  7,452 – 0,018 X1 + 0,005 X2 – 0,076 X3

2.      Uji F

            Uji F dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel-variabel bebas (CAR. FDR, BOPO) terhadap variabel terikat (ROA) secara bersama-sama. Tabel dibawah ini merupakan tabel hasil uji F

 

Tabel 7

Uji F Anova

ANOVAa

Model

Sum of Squares

Df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

,111

3

,037

36,908

,026b

Residual

,002

2

,001

 

 

Total

,113

5

 

 

 

a. Dependent Variable: ROA

b. Predictors: (Constant), BOPO, CAR, FDR

 

Interpretasi:

             Uji anova  dengan menggunakan SPSS 23, berdasarkan tabel di atas didapat Fhitung 36,908. Berdasarkan tabel F dengan taraf signifikansi 0,05 diketahui bahwa Ttabel dengan df1= k-1 = 3-1 = 2 dan df2= n-k-1= 6-3-1= 2, maka Ftabel (df1) (df2) = 19,000. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh  Fhitung= 36,908 sedangkan Ftabel 19,000, maka Fhitung > Ftabel. Hasi ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Variabel  BOPO, CAR,, FDR berpengaruh  terhadap tingkat profitabilitas atau ROA.

 

3.      Uji T

            Uji T dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel-variabel bebas (CAR, FDR, BOPO) terhadap variabel terikat (ROA) secara parsial.

 

Table 8

Uji T Coefficient

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

7,452

1,739

 

4,286

,050

CAR

-,018

,020

-,102

-,867

,477

FDR

,005

,002

,296

2,177

,161

BOPO

-,076

,015

-,811

-5,114

,036

b.     Dependent Variable: ROA

 

Interpretasi:

UJI T pada penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.      CAR (X1)

·         H0 : β1 = 0, variabel CAR tidak mempengaruhi tingkat profitabilitas atau ROA.

·         H1 : β2 ≠ 0, variabel CAR mempengaruhi tingkat profitabilitas atau ROA.

 

Hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabel X1 diperoleh nilai t hitung =  -0,867  dengan tingkat signifikan  0,477. Dengan menggunakan signifikan 0,05, nilai signifikan tersebut lebih besar dari 0,05 yang berarti  H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya variabel CAR tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat profitabilitas atau ROA.

 

2.      FDR (X2)

·         H0 : β1 = 0, variabel  FDR  tidak mempengaruhi tingkat profitabilitas atau ROA.

·         H1 : β2 ≠ 0, variabel FDR  mempengaruhi tingkat profitabilitas atau ROA.

 

Hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabel X2 diperoleh t hitung =  2,177 dengan tingkat signifikan  0,161. Dengan menggunakan signifikan 0,05 nilai signifikan tersebut lebih besar dari 0,05 yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya variabel FDR tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat profitabilitas atau ROA.

 

3.      BOPO (X3)

·         H0 : β1 = 0, variabel  BOPO  tidak mempengaruhi tingkat profitabilitas atau ROA.

·         H1 : β2 ≠ 0, variabel  BOPO  mempengaruhi tingkat profitabilitas atau ROA.

 

Hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabel X3 diperoleh t hitung = -5,114 dengan tingkat signifikan 0,036. Dengan menggunakan signifikan 0,05 nilai signikan tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 ditolah dan H1 diterima. Artinya variabel BOPO memiliki pengaruh tingkat profitabilitas atau ROA.

 

            Berdasarkan analisis data regresi berganda yang telah dilakukan, variabel CAR, FDR, dan BOPO secara bersama berpengaruh  positif terhadap tingkat profitabilitan (ROA) pada Bank Muamalat Indonesia yang dibuktikan dengan Fhitung= 36,908 > Ftabel 19,000. Hal tersebut membuktikan bahwa CAR, FDR, dan BOPO secara bersama-sama mempengaruhi tingkat profitabilitas pada Bank Muamalat Indonesia.

            Pada  hasil penelitian menunjukkan variabel CAR di peroleh dengan hasil uji statistik yang dilakukan memiliki pengaruh positif terhadap profitabiliras (ROA). Hasil uji t yang menunjukkan variabel CAR memiliki signifikansi sebesar 0,477 yang lebih besar dari 0,05 artinya variabel CAR secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Sejalan dengan penelitian terhadap bank syariah yang dilakukan ole  Ningsukma  H &  Haqiqi R, variabel CAR tidak  berpengaruh terhadap ROA disebabkan karena bank yang beroperasi tidak mengoptimalkan modal yang ada, Hal ini karena peraturan Bank Indonesia yang mensyaratkan CAR minimal 9% mengakibatkan bank-bank selalu berusaha menjaga agar CAR  yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan.

            Pada variabel FDR di peroleh dengan hasil uji statistik yang dilakukan memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA). Hasil uji t yang menunjukkan variabel FDR memiliki nilai signifikansi sebesar 0,161 yang lebih besar dari 0,05 artinya variabel FDR secara parsial berpengaruh negatf dan signifikan terhadap profitabilita. Penyaluran pembiayaan kepada calon nasabah dilakukan dengan memperhatikan prinsip 5C yang terdiri dari Character, Capacity, Collateral, Capital and Condition.

            Pada variabel BOPO berbeda dengan variabel CAR dan FDR. Variabel bopo memiliki signifikansi sebesar 0,036 lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian seirama dengan penelitian Ningsukma dan Haqiqi. Hal ini ditunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negarif dan signifikan terhadap ROA pada Bank Muamalat Indonesia. Nilai negatif yang ditunjukkan BOPO dalam menjalankan aktifitas usahanya, BOPO yang kecil menunjukkan bahwa biaya operasional bank lebih kecil dari ppendapatan operasional sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa manajemen bank sangat efisien dalam menjalankan aktivitas operasionalnya.

 

E.     Kesimpulan

            Dari  hasil analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa variabel CAR, FDR, dan BOPO terhadap profitabilitas (ROA) yang merupakan indikator kesehatan Bank untuk mengukur profitabilitasnya  memiliki hubungan yang tinggi.  CAR dan FDR tidak signifikan terhadap profitabilitas. Berbeda dengan BOPO yang signifikan terhadap profitabilas (ROA). Disarankan bagi manajemen bank untuk lebih menjaga rasio internal bank untuk meningkatkan profitabilitas, khususnya industri Bank Umum Syariah di Indonesia. Penelitian ini dapat lebih dikembangkan, karena penelitian serupa untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi profitabilitas Bank Muamalat Indonesia.

 

F.     Referensi

Hakiim, Ningsukma dan Haqiqi R. 2016. Pengaruh  Internal  Capital  Adequency  Ratio  (CAR), Financing  To  Deposit  Ratio  (FDR), Dan  Biaya  Operasional  Per  Pendapatan  Operasional  (BOPO) Dalam  Peningkatan  Profitabilitas  Industri  Bank  Ssyariah  Di  Indonesia. Jurnal: Masharif Al-Syariah Vol. 1 No. 1 Mei 2016

http://www.bankmuamalat.co.id